Pelatih Persik, Jaya Hartono, memang belum mengungkapkan rencana perombakan timnya secara detail. Namun, gambaran umum perombakan tersebut tampaknya sudah bisa dilihat.
Sektor pertahanan dipastikan akan menjadi sasaran utama Jaya dalam melakukan perubahan nanti. Hal itu berdasarkan pernyataan Jaya yang mengatakan bahwa dia melihat timnya saat ini masih terlalu rapuh. "Di putaran pertama, banyak gol lawan yang lahir akibat kesalahan sendiri," sebutnya.
Gawang Macan Putih menurutnya mudah dibobol meski lawan sebenarnya tidak melakukan usaha yang ekstrakeras. "Ada beberapa serangan lawan yang sebenarnya tidak terlalu berbahaya dan seharusnya tidak gol, tapi justru menjadi gol," sebutnya.
Akibat kesalahan-kesalahan mendasar dalam bertahan itulah Persik sering kali mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Mereka hanya sekali menang dalam laga tandang, satu seri dan lainnya kalah. Di kandang, Persik juga seringkali kebobolan dengan mudah meski akhirnya bisa membalikkan keadaan.
Salah satu contohnya dalah saat pertandingan Persik versus Persemalra (24/1) lalu. Persik yang sukses membobol gawang tim asal Langgur, Maluku Tenggara tersebut lebih dulu mendadak ganti kebobolan dalam selang waktu kurang dari 10 menit. Berung striker Dodit Fitrio akhirnya kembali membawa Persik unggul di akhir babak kedua.
Contoh lain adalah saat Persik menantang tuan rumah Persiram Raja Ampat (5/2) lalu. Legimin Raharjo dkk sebenarnya sukses menahan imbang tuan rumah dengan skor 0-0 hingga memasuki 10 menit akhir babak kedua. Namun, akibat kesalahan kordinasi lini pertahanan mereka akhirnya kebobolan sekitar menit ke-80. Akibatnya satu poin yang sudah ada di depan mata akhirnya menguap. "Sebenarnya sayang sekali," katanya.
Dari situlah, pertahanan dipastikan akan menjadi salah satu fokus pembenahan yang akan dilakukan oleh pelatih yang dulu pernah berkostum tim nasional tersebut. Namun, dia belum mau menyebut secara rinci seberapa jauh pembenahan skuad atau perombakan yang akan dilakukannya. "Saya akan melapor ke wali kota (Wali Kota Kediri Samsul Ashar, Red) dulu," elaknya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar